Translate :
 
 
 
 

 

 
 
 

PERUBAHAN ARAH KIBLAT ADALAH KEINGINAN DAN INISIATIF MUHAMMAD
( Al Baqarah 142 - 152 )

 

 

 

Pada awal " Islam " Muhammad dan para pengikutnya menjadikan Baitul Maqdis sebagai kiblat, selama kurang lebih 14 tahun lamanya. Tetapi sekitar 16 sampai 17 bulan setelah Muhammad hijrah / pindah ke Madinah arah kiblat mengalami perubahan.

Sejak Muhammad berada di Mekah biasanya melakukan sholat di sisi selatan Ka'bah sehingga saat sholat bisa menghadap ke Baitul Maqdis ke Ka'bah. Menurut hadist bahwa Muhammad menghargai Baitul Maqdis sebagai tanah kelahiran para nabi Allah. tetapi setelah hijrah ke kota Madinah, dia tidak bisa melakukan kebiasaan tersebut, mengingat kota Madinah berada di arah utara Kota Makkah, dan Baitul Maqdis berada di arah utara kota Madinah. Letak geografis kota Madinah ini menjadikan beliau harus membelakangi Ka'bah bila sedang mendirikan shalat. Dan Beliau tidak ingin membelakangi Ka'bah.

Yang menjadi pertanyaan besar adalah mengapa perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah terkesan atas kehendak Muhammad, karena ide perpindahan tersebut bukan dari Allah. Seputar Perubahan arah Kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah seperti tertuang dalam Al Qur'an dalam Al Baqarah 142 sampai 152. Jika melihat dari sejarah dibangunnya Ka'bah menurut Arkeologi dan catatan sejarah negara negara di sekitar Mekah bahwa keberadaan kota Mekah mulai ada sekitar tahun 200 setelah Masehi ( Abad ke-2 ) ( Informasi lebih jelas silahkan disini ) ; sedangkan menurut bukti bukti arkeologi bahwa Ka'bah mulai dibangun pertama kali pada 5 M oleh As'ad Abu Karb yang merupakan salah satu kepala suku dari Yaman ( informasi silahkan klik disini ) . Dengan mempelajari sejarah berdirinya kota Mekah dan sejarah dibangunnya Ka'bah maka semakin nyata bahwa ada sesuatu terkait perubahan arah kiblat.

Perubahan arah Kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah adalah inisiatif dari Muhammat seperti tertulis dalam Al Baqarah 142 sampai 144. Dan perubahan arah kiblat yang dilakukan oleh Muhammad terkesan bersifat siasat politik, ketika ajaran Muhammad belum diterima luas maka untuk memberikan kesan bahwa ajaran Muhammad tidak bertentangan dengan ajaran Yahudi dan Nasrani , dia melakukan Sholat ke arah Baitul Maqdis yang dilakukannya selama 14 tahun dalam masa masa merintis ajarannya. Dan ketika sudah mulai banyak pengikutnya maka arah kiblat di pindah ke Masjidil Haram " Ka'bah ". Ketika ajarannya masih belum diterima luas Muhammad mengambil sikap diam diam seolah olah ajaran yang dianutnya seperti ajaran masyarakat di sekitarnya, dan ketika ajaran tersebut sudah mulai diterima oleh masyarakat dengan semakin banyaknya jumlah pengikut maka Muhammad menunjukkan kepada dunia inilah "aku". Muhammad berani menunjukkan sang akunya kepada dunia. Dengan merubah arah kiblat dari Baitul Maqdis ke arah Kab'ah. Karena sangat tampak pada Al Baqarah 144 bahwa kesan " aku " nya Muhammad dengan memberi ide kepada Allah agar menurunkan ayat untuk merubah arah kiblat ke Ka'bah.

Terkait dengan arah Kiblat saat Muhammad melakukan Sholat adalah atas inisiatif dari Muhammad sendiri seperti tertulis dalam Al Baqarah 142 dan 143. Ditegaskan bahwa Allah tidak mempersoalkan kemana arah kiblat karena kepunyaan Allah timur dan barat ( Al Baqarah 142 ) dan penetapan arah kiblat ke Baitul Maqdis maupun ke Ka'bah adalah kehendak Muhammad sendiri karena Allah tidak menetapkan arah kiblat ( Al Baqarah 143 ). Perubahan arah Kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah hanya untuk membedakan mana pengikut Muhammad dan mana yang bukan, dengan kata lain untuk menunjukkan mana yang patuh pada Muhammad dan mana yang tidak patuh. Dan jika dilihat dari sudut militer hanya untuk menunjukkan mana yang menjadi anak buah Muhammad dan mana yang bukan. Atau bisa diartikan bahwa Muhammad memposisikan dirinya sebagai pemimpin atau seorang raja yang semua ucapannya harus dipatuhi oleh pengikutnya.

Tetapi sebelum membahas perubahan arah Kiblat dari Baitul Maqdis dan ke Ka'bah maka kami mencoba memberikan informasi Sebenarnya ada apa di Baitul Maqdis dan dimana letaknya ?

Baitul Maqdis
Baitulmaqdis merupakan sebuah kota yang terletak di dalam wilayah Palestina yaitu di kota Jerusalem yang bermaksud 'tempat yang aman untuk didiami'. Di kota Jerusalem adalah merupakan kota tertua yang masih di huni sampai hari ini. Kota ini menjadi sejarah penting pertumbuhan agama samawi yaitu Yahudi dan Nasrani serta Islam ketika Islam berkuasa atas Jerusalem pada zaman khalifah Umar al-Khattab ( setelah Muhammad meninggal ).
Di Jerusalem terdapat tanah tinggi yang dikelilingi oleh tembok. Kawasan tersebut dinamakan " Mount Temple " yang dipercaya sebagai Bait Allah yang didirikan oleh putra Daud yaitu Salomo atau oleh umat islam disebut sebagai Nabi Sulaiman.

Di puncak " Mount Temple " terdapat sebuah batu terapung. Keberadaan batu terapung itu sudah ada jauh sebelum Muhammad lahir ke dunia. Bahkan dipercaya bahwa bangunan Masjid Al- Aqsa dibagun diatas batu terapung ini. Nama Masjid Al-Aqsa bahasa Arab bermaksud 'masjid yang jauh'. Dan batu terapung tersebut dianggap sebagai pusat dari " Mount Temple ".

Al Qur'an tidak menjelaskan mengapa Muhammad selama 14 tahun menjadikan Baitul Maqdis sebagai arah kiblat. Menurut beberapa hadist disebutkan arah kiblat ke Baitul Maqdis hanya sebagai wujud rasa hormat Muhammad karena di Baitul Maqdis ( Jerusalem ) adalah tempat kelahiran nabi nabi.
Yang menjadi pertanyaan adalah benarkah itu ? atau ada yang lain dari maksud Muhammad menjadikan Jerusalem sebagai arah Kiblatnya selama 14 tahun.

Sebenarnya mengapa selama 14 tahun Muhammad menjadikan Baitul Maqdis ( Jerusalem ) sebagai arah Kiblat. Jika alasannya karena di Baitul Maqdis terdapat Masjid Al- Aqsa maka itu bukan alasan yang tepat karena keberadaan Masjid Al- Aqsa adalah saat Khalifah Umar Al Khattab menguasai Jerusalem tentu saja setelah Muhammad meninggal dunia.

 

Perubahan Arah Kiblat adalah Ide dan Inisiatif dari Muhammad

Perubahan arah Kiblat dari Baitul Maqdis dan ke Ka'bah dalam Al Baqarah 142 sampai 152 tampak bahwa inisiatif atau ide perubahan arah kiblat berasal dari Muhammad. Seperti tertulis dalam Al Baqarah 144 yang sangat tampak sekali bahwa Allah mengabulkan permohonan Muhammad selama 17 bulan agar menjadikan Ka'bah sebagai arah Kiblat. Dan Ayat ayat sebelumnya juga harus menjadi bahan pertimbangan. Seperti Al Baqarah 142 dijelaskan bahwa sebenarnya Allah memberkati semua arah di muka bumi dan ayat 142 sebenarnya juga bisa menjadi dasar bahwa kiblat umat Islam bisa ke arah yang lain menjadi arah kiblat. Lebih lebih jika melihat bahwa bentuk bumi adalah bulat maka jika kita melintasi bumi dengan arah yang konstan 360 derajat maka akan kembali ke titik semula.

Sekarang mari kita simak Al Baqarah 142 - 144 seperti dibawah ini.

Al Baqarah 142

2:142

Terjemahan Bahasa Inggris :
The foolish among the people will say, "What has turned them away from their qiblah, which they used to face?" Say, "To Allah belongs the east and the west. He guides whom He wills to a straight path."

Terjemahan Bahasa Indonesia :
142. Orang-orang yang kurang akalnya[93] diantara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus"[94].
Catatan kaki :
[93]. Maksudnya: ialah orang-orang yang kurang pikirannya sehingga tidak dapat memahami maksud pemindahan kiblat.
[94]. Di waktu Nabi Muhammad s.a.w. berada di Mekah di tengah-tengah kaum musyirikin beliau berkiblat ke Baitul Maqdis. Tetapi setelah 16 atau 17 bulan Nabi berada di Madinah ditengah-tengah orang Yahudi dan Nasrani beliau disuruh oleh Tuhan untuk mengambil Ka'bah menjadi kiblat, terutama sekali untuk memberi pengertian bahwa dalam ibadat shalat itu bukanlah arah Baitul Maqdis dan Ka'bah itu menjadi tujuan, tetapi menghadapkan diri kepada Tuhan. Untuk persatuan umat Islam, Allah menjadikan Ka'bah sebagai kiblat.

 

Al Baqarah 143

2:143

Terjemahan bahasa Inggris :
And thus we have made you a just community that you will be witnesses over the people and the Messenger will be a witness over you. And We did not make the qiblah which you used to face except that We might make evident who would follow the Messenger from who would turn back on his heels. And indeed, it is difficult except for those whom Allah has guided. And never would Allah have caused you to lose your faith. Indeed Allah is, to the people, Kind and Merciful.

Terjemahan bahasa Indonesia :
143. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan[95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.
Catatan kaki :
[95]. Umat Islam dijadikan umat yang adil dan pilihan, karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orang yang menyimpang dari kebenaran baik di dunia maupun di akhirat.

 

Al baqarah 144

2:144

Terjemahan Inggris :
We have certainly seen the turning of your face, [O Muhammad], toward the heaven, and We will surely turn you to a qiblah with which you will be pleased. So turn your face toward al-Masjid al-Haram. And wherever you [believers] are, turn your faces toward it [in prayer]. Indeed, those who have been given the Scripture well know that it is the truth from their Lord. And Allah is not unaware of what they do.

Terjemahan Indonesia :
144. Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit[96], maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.
Catatan kaki :
[96]. Maksudnya ialah Nabi Muhammad s.a.w. sering melihat ke langit mendoa dan menunggu-nunggu turunnya wahyu yang memerintahkan beliau menghadap ke Baitullah.

 

Al Baqarah 149

2:149

Inggris :
So from wherever you go out [for prayer, O Muhammad] turn your face toward al- Masjid al-Haram, and indeed, it is the truth from your Lord. And Allah is not unaware of what you do.

Indonesia :
149. Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

 

Al Baqarah 150

2:150

Inggris :
And from wherever you go out [for prayer], turn your face toward al-Masjid al-Haram. And wherever you [believers] may be, turn your faces toward it in order that the people will not have any argument against you, except for those of them who commit wrong; so fear them not but fear Me. And [it is] so I may complete My favor upon you and that you may be guided.

Indonesia :
150. Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.

Diatas adalah menurut Al Qur'an dan berikut ini adalah perubahan arah kiblat Islam menurut hadits. sebagai berikut menurut hadits Shahih Bukhari ke-40 yang berbunyi : 


عَنِ الْبَرَاءِ أَنَّ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ أَوَّلَ مَا قَدِمَ الْمَدِينَةَ نَزَلَ عَلَى أَجْدَادِهِ - أَوْ قَالَ أَخْوَالِهِ - مِنَ الأَنْصَارِ ، وَأَنَّهُ صَلَّى قِبَلَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا ، أَوْ سَبْعَةَ عَشَرَ شَهْرًا ، وَكَانَ يُعْجِبُهُ أَنْ تَكُونَ قِبْلَتُهُ قِبَلَ الْبَيْتِ ، وَأَنَّهُ صَلَّى أَوَّلَ صَلاَةٍ صَلاَّهَا صَلاَةَ الْعَصْرِ ، وَصَلَّى مَعَهُ قَوْمٌ ، فَخَرَجَ رَجُلٌ مِمَّنْ صَلَّى مَعَهُ ، فَمَرَّ عَلَى أَهْلِ مَسْجِدٍ ، وَهُمْ رَاكِعُونَ فَقَالَ أَشْهَدُ بِاللَّهِ لَقَدْ صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قِبَلَ مَكَّةَ ، فَدَارُوا كَمَا هُمْ قِبَلَ الْبَيْتِ ، وَكَانَتِ الْيَهُودُ قَدْ أَعْجَبَهُمْ إِذْ كَانَ يُصَلِّى قِبَلَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ، وَأَهْلُ الْكِتَابِ ، فَلَمَّا وَلَّى وَجْهَهُ قِبَلَ الْبَيْتِ أَنْكَرُوا ذَلِكَ . قَالَ زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ عَنِ الْبَرَاءِ فِى حَدِيثِهِ هَذَا أَنَّهُ مَاتَ عَلَى الْقِبْلَةِ قَبْلَ أَنْ تُحَوَّلَ رِجَالٌ وَقُتِلُوا ، فَلَمْ نَدْرِ مَا نَقُولُ فِيهِمْ ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى ( وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ

Dari Barra' bahwa Rasulullah SAW pertama kali datang ke Madinah tinggal di rumah kakek atau paman-paman beliau dari kalangan Ansar. Ketika itu Rasulullah shalat menghadap Baitul Maqdis (Al Quds atau Yerusalem) antara 16 atau 17 bulan lamanya. Sesungguhnya Rasulullah lebih suka Baitullah (Ka'bah) sebagai kiblatnya. Rasulullah SAW pertama kali melaksanakan shalat dengan menghadap Ka'bah adalah shalat Asar yang dilaksanakannya secara berjamaah. Kemudian salah seorang yang selesai bermakmum kepada Nabi keluar dan pergi melewati sebuah masjid pada saat jamaahnya sedang ruku' menghadap Baitul Maqdis. Lantas orang itu berkata, "Demi Allah, baru saja saya shalat bersama Rasulullah SAW menghadap ke Baitullah di Makkah." Maka dengan segera mereka mengubah kiblat menghadap ke Baitullah. Orang Yahudi dan ahli kitab mulanya sangat bangga ketika Nabi dan para pengikutnya shalat menghadap Baitul Maqdis. Tetapi setelah umat Islam beralih ke Baitullah mereka mencela perubahan itu. Zuhair berkata, Abu Ishaq mengatakan dari Barra' dalam hadits ini, bahwa banyak orang yang telah meninggal di masa kiblat masih ke Baitul Maqdis dan banyak juga yang terbunuh setelah kiblat menghadap ke Baitullah. Kami tidak mengerti bagaimana hukumnya shalat itu. Lalu turunlah ayat, "Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu."(QS. Al Baqarah : 143) 


وَأَنَّهُ صَلَّى أَوَّلَ صَلاَةٍ صَلاَّهَا صَلاَةَ الْعَصْرِ ، وَصَلَّى مَعَهُ قَوْمٌ ، فَخَرَجَ رَجُلٌ مِمَّنْ صَلَّى مَعَهُ ، فَمَرَّ عَلَى أَهْلِ مَسْجِدٍ ، وَهُمْ رَاكِعُونَ فَقَالَ أَشْهَدُ بِاللَّهِ لَقَدْ صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قِبَلَ مَكَّةَ ، فَدَارُوا كَمَا هُمْ قِبَلَ الْبَيْتِ

Rasulullah SAW pertama kali melaksanakan shalat dengan menghadap Ka'bah adalah shalat Asar yang dilaksanakannya secara berjamaah. Kemudian salah seorang yang selesai bermakmum kepada Nabi keluar dan pergi melewati sebuah masjid pada saat jamaahnya sedang ruku' menghadap Baitul Maqdis. Lantas orang itu berkata, "Demi Allah, baru saja saya shalat bersama Rasulullah SAW menghadap ke Baitullah di Makkah." Maka dengan segera mereka mengubah kiblat menghadap ke Baitullah.

Inilah sejarah perpindahan kiblat. Ia dimulai pada shalat Asar di hari itu, pertengahan Rajab tahun 2 H. Itulah untuk pertama kalinya di Masjid Nabawi, shalat berjamaah menghadap Ka'bah. Dan seperti turunnya perintah lain melalui wahyu, para sahabat segera menyebarkannya agar bisa diketahui dan dilaksanakan kaum muslimin dengan segera. 

Seseorang yang disebutkan dalam hadits ini, yang segera mengumumkan kepada jama'ah shalat di tempat lain adalah Abbad bin Bisyr. Jama'ah shalat Asar yang ditemui Abbad dalam hadits ini adalah Bani Salamah. Dan subhaanallah, mereka pun langsung mengubah arah kiblatnya, meskipun saat itu dalam kondisi ruku'. Masjid inilah yang kini disebut dengan Masjid Qiblatain (Masjid dengan dua kiblat), karena saat itu para sahabat shalat Asar menghadap baitul maqdis kemudian mengubah arah kiblatnya menghadap ke Ka'bah.

Ayat Al Baqarah 142 sebenarnya bisa menjadi dasar bahwa kemanapun arah kiblat Allah tidak mempersoalkan. Karena bumi dan Alam sementa adalah ciptaan Tuhan sehingga tidak heran jika ditulis dalam Al Baqarah 142 bahwa semua arah adalah milik Allah seperti tertulis berikut " Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus "

Hanya saja pada Al Baqarah 142 terdapat kalimat " kurang akal " dalam catatan kaki oleh Departeman agama republik Indonesia di terjemahkan dengan orang-orang yang kurang pikirannya sehingga tidak dapat memahami maksud pemindahan kiblat. Kalimat kurang akal terkesan kalimat yang bernada marah atau emosi tinggi dan kesannya kurang berwibawa atau diucapkan oleh orang yang tidak berpendidikan. Kenapa kok sampai ada kalimat tersebut ?

Terkait dengan arah Kiblat yang dilakukan oleh Muhammad saat Sholat baik ke arah Baitul Maqdis maupun ke arah Ka'bah setelah hijrah ke Madinah adalah inisiatif dari Muhammad sendiri karena pada Al Baqarah 143 dikatakan bahwa " Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) " . Karena kata " Kami " menggunakan huruf besar maka bisa di katakan bahwa kata " Kami " adalah mewakili pribadi Allah.

Selanjutnya perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah hanya untuk membedakan mana yang patuh dan taat kepada Muhammad dan mana yang tidak patuh. Disini Muhammad memposisikan dirinya sebagai pemimpin atau bisa jadi sebagai raja. Sehingga segala ucapannya harus dipatuhi dan untuk mengetahuinya dia bisa melihat secara fisik dengan cara setiap orang Arab yang sholatnya tidak menghadap Ka'bah adalah bukan orang Muhammad, tetapi sebaliknya jika sholatnya menghadap Ka'bah maka dia adalah orangnya Muhammad. Ketika Muhammad memposisikan dirinya sebagai seorang pemimpin atau bahkan seorang raja maka dia tidak pantas menjadi panutan. Karena seperti tertulis bahwa yang bersedia melayani sesamanya itu adalah yang tertinggi derajatnya dihadapan Allah.

Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar
( Lukas 9 : 48
b )

Menurut kami uraian tersebut diatas sudah cukup terkait dengan perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah sebagai inisiatif dari Muhammad sendiri.

 

MetaTag :

arah kiblat islam, arah kiblat, kiblat indonesia, kiblat islam, kiblat guna kompas, cara tentukan arah kiblat, melihat arah kiblat, kompas arah qiblat, baitul maqdis, aksa mosque, aqsa masjid, bait ul maqdis, baitul maqdis adalah, baitul maqdis history, baitul maqdis map, baitul maqdis mosque, baitul maqdis wiki, baitul maqdis wikipedia, islam masjid, masjid el aqsa, bait ul maqdis, masjidal aqsa, sejarah baitul maqdis, bayt ul maqdis, ziarah baitul maqdis, Ka'bah, encyclopedia brittanica, the ka bah, dalam ka bah, isi ka bah, sejarah ka bah, ka bah mekah, ka bah mekkah, ka bah,

 

 

 

Salam,

Dwi Hartoyo, SP

REFERENSI
http://mediabilhikmah.blogspot.com/2011/09/pemindahan-arah-kiblat.html
http://sayyidario.blogspot.com/2010/02/riset-geografi-hikmah-pemindahan-kiblat.html
http://www.iluvislam.com/tazkirah/sains-a-islam/3356-misteri-kisah-baitulmaqdis-dan-haikal-sulaiman.html
http://kisahislamiah.blogspot.com/2013/03/14-tahun-baitul-maqdis-dijadikan-kiblat.html
http://edukasi.kompasiana.com/2012/04/04/sejarah-menghadap-kiblat-452512.html
http://angelamaimatafa.blogspot.com/2012/12/sejarah-pemindahan-arah-kiblat-dari.html