Translate :
 
 
 
 

 

 
 
 

45 % luas Terumbu Karang di Sulawesi Utara Rusak

 


Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara menyelenggarakan Workshop Media Pencadangan Konservasi Perairan. | Kompas.com

 

Sulawesi Utara - Indonesia memiliki keindahan dan pesona di dasar laut, hanya saja kesan tersebut lambat laun semakin langka di kawasan tersebut. Terbukti dari 18.439,75 hektar luas terumbu karang di perairan di kawasan Sulawesi Utara sebanyak 8.325,51 hektar telah rusak. Hampir 45 persen terumbu karang di kawasan perairan Sulawesi Utara telah rusak. Hal tersebut seperti diungkapkaan dalam kegiatan Worshop Media Pencadangan Konservasi Perairan di Provinsi Sulawesi Utara, Senin (6/3/2013).

Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Utara, " Ronald Sorongan " mengatakan dalam upaya melindungi terumbu karang dari kerusakan yang lebih parah dan lebih luas lagi dengan cara melaksanakan perlindungan pada kawasan pesisir pantai dan perlindungan terhadap pulau pulau kecil di Sulawesi Utara. Yaitu dengan menetapkan kawasan konservasi perairan di Sulawesi Utara.

Sulawesi Utara memiliki garis pantai dengan panjang sekitar 1.837,29 hektar dengan jumlah pulau sebanyak 286 pulau. Pada kawasan tersebut tersimpan berbagai kekayaan dan aneka ragam hayati perairan. Menurut Ronald Sorongan bahwa pemicu kerusakan kawasan perairan di Sulawesi Utara khususnya terumbu karang adalah kebiasaan masyarakat dalam mengangkap ikan menggunakan bom ikan, illegal fishing dan pembuangan limbah yang tidak terkendali pada perairan.

Workshop yang berlangsung adalah kerjasama dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado. Workshop ini dihadiri oleh akademisi, perwakilan LSM, para jurnalis serta pemangku kepentingan di bidang kelautan dan perikanan. Workshop media itu merupakan rangkaian peringatan Coral Triangle Day (CT-Day) yang jatuh pada tanggal 9 Juni nanti. 

Sebenarnya jika kawasan pesisir dapat terpelihara dengan baik maka baik langsung maupun tidak langsung bermanfaat bagi masyarakat di kawasan tersebut karena masyarakat tidak akan kehilangan sumber daya alam dan potensi alam setempat. Kawasan pesisir juga dapat melindungi keanekaragaman hayati sehingga dapat meningkatkan hasil perikanan. Manfaat lainnya adalah manfaat yang bersifat sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar. Di samping Workshop Media, peringatan CT-Day di Sulut juga akan diisi dengan pelepasan tukik dan ikan kerapu, sapu pantai, kampanye lingkungan, pameran foto serta berbagai kegiatan lainnya.

 

 

Salam,

Dwi Hartoyo, SP

REFERENSI
1. http://sains.kompas.com/read/2013/06/03/13372119/8.325.Hektare.Terumbu.Karang.di.Sulut.Rusak

terumbu karang, kerusakan terumbu karang, terumbu karang yang rusak, terumbu karang di sulawesi, kerusakan terumbu karang di sulawesi, sulawesi utara, trumbu karang, htysite, restsindo, hty, dwi hartoyo, egsar, bondowoso, gkjw, indonesia